Jakarta, TopBusiness — PT Daya Adicipta Mustika atau Daya Group menilai penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) akan berjalan efektif apabila didukung oleh kepemimpinan (leadership) yang kuat serta budaya perusahaan yang selaras dengan prinsip tata kelola.
Corporate Risk Management Division Head Daya Group, Erick Somali, mengatakan bahwa leadership menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun dan menjalankan GRC secara berkelanjutan. Menurutnya, kepemimpinan harus dimulai dari visi yang jelas mengenai arah perusahaan ke depan.
“Kami percaya bahwa GRC ini akan berjalan dengan baik kalau kita punya leadership dan culture yang terbentuk. Kami memiliki prinsip bahwa leadership itu harus dibangun dari visi leader-nya,” ujar Erick kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2026 secara daring dari Jakarta, Rabu (19/08/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Joesoef selaku Corporate Secretary Director, didampingi Caroline Hendrata selaku Finance Director, Erick Somali selaku Corporate Risk Management Division Head, Rinawati Oetji selaku Corporate Legal Division Head, dan Elizabeth Koswara dari Corporate Communication.
Ia menjelaskan, seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk menentukan arah dan tujuan perusahaan, tetapi juga harus mampu menerjemahkan visi tersebut ke dalam tindakan nyata. Keteladanan pemimpin dalam aktivitas sehari-hari menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan mendorong penerapan nilai-nilai perusahaan.
“Bagaimana seorang leader harus bisa menentukan arah perusahaan yang mau ke mana, kemudian bagaimana leader dapat memberi contoh dalam aktivitas sehari-harinya,” jelasnya.
Selain memberikan teladan, menurut Erick, pemimpin juga perlu membangun sistem yang dapat memastikan visi perusahaan diterapkan secara konsisten. Sistem tersebut diperlukan agar arah yang telah ditetapkan tidak berhenti sebagai visi, tetapi dapat diwujudkan melalui proses dan aktivitas perusahaan.
“Leader juga harus dapat membangun sistem yang memastikan bahwa visinya itu dapat tercapai,” katanya.
Erick menambahkan, kombinasi antara kepemimpinan yang kuat, keteladanan, dan sistem yang mendukung akan menjadi dasar dalam membentuk budaya perusahaan yang lebih baik. Budaya tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memperkuat penerapan GRC di seluruh organisasi.
“Harapannya semua ini dapat membangun culture perusahaan yang akan lebih baik ke depan,” ungkap Erick.
Daya Group menggambarkan peran seorang leader dalam implementasi GRC ke dalam empat pendekatan, yaitu Lead by Vision, Lead by Example, Lead by System, dan Lead by Culture. Keempat pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun implementasi GRC yang terintegrasi dan berkelanjutan, serta menjadi bagian dari pola pikir dan perilaku sehari-hari di lingkungan perusahaan.
Pendekatan pertama adalah Lead by Vision, yaitu set the direction and inspire with purpose atau menetapkan arah dan memberikan inspirasi melalui tujuan yang jelas. Dalam pendekatan ini, terdapat tiga hal utama yang dilakukan, yaitu mengintegrasikan GRC dan ESG ke dalam strategi perusahaan untuk memastikan sustainability, membuat kebijakan implementasi GRC dan menentukan risk appetite, serta menyusun prioritas strategi berdasarkan potensi risiko dan peluang yang ada.
Melalui pendekatan Lead by Vision, seorang leader berperan dalam menentukan arah strategis perusahaan dengan mempertimbangkan aspek GRC dan ESG, sekaligus memastikan keberlanjutan melalui kebijakan serta prioritas strategi yang disusun berdasarkan potensi risiko dan peluang.
Pendekatan kedua adalah Lead by Example, yaitu build trust through leadership actions atau membangun kepercayaan melalui tindakan kepemimpinan. Dalam penerapannya, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian, yaitu menerapkan prinsip GRC dalam pengambilan keputusan, terlibat aktif dalam proses review yang terkait dengan risiko, kepatuhan, dan tata kelola, serta konsisten menerapkan nilai integritas dan etika dalam setiap tindakan.
Melalui Lead by Example, seorang leader tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menunjukkan penerapan prinsip GRC melalui setiap tindakan dan keputusan. Keterlibatan aktif dalam proses review terkait risiko, kepatuhan, dan tata kelola serta konsistensi dalam menerapkan nilai integritas dan etika menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.
Pendekatan ketiga adalah Lead by System, yaitu build robust systems that sustain performance atau membangun sistem yang kuat untuk mempertahankan kinerja. Pendekatan ini dilakukan melalui penerapan Three Lines Model, standardisasi implementasi GRC melalui Standard Operating Procedure (SOP) dan form, serta pengembangan GRC Integration System.
Penerapan sistem yang kuat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan implementasi GRC. Melalui Three Lines Model, standardisasi implementasi GRC melalui SOP dan form, serta pengembangan GRC Integration System, implementasi GRC diarahkan agar dapat berjalan secara sistematis dan mampu mendukung keberlanjutan kinerja.
Pendekatan keempat adalah Lead by Culture, yaitu embed GRC into mindset and daily behavior atau menanamkan GRC ke dalam pola pikir dan perilaku sehari-hari. Dalam pendekatan ini, terdapat tiga langkah utama, yaitu menginternalisasi budaya GRC kepada seluruh karyawan dalam bentuk sosialisasi dan campaign, mengembangkan kompetensi PIC-PIC yang terlibat dalam GRC melalui training dan workshop, serta membangun budaya keterbukaan bagi seluruh stakeholder melalui implementasi Whistleblowing System (WBS).
Melalui Lead by Culture, GRC tidak hanya diterapkan sebagai sebuah sistem atau kebijakan, tetapi juga diinternalisasikan kepada seluruh karyawan sebagai bagian dari budaya perusahaan. Sosialisasi dan campaign dilakukan untuk menginternalisasi budaya GRC, sementara kompetensi PIC-PIC yang terlibat dalam GRC dikembangkan melalui training dan workshop. Selain itu, budaya keterbukaan bagi seluruh stakeholder dibangun melalui implementasi Whistleblowing System (WBS).
Dengan demikian, Daya Group menggambarkan implementasi GRC melalui empat pendekatan kepemimpinan, yakni Lead by Vision, Lead by Example, Lead by System, dan Lead by Culture. Keempatnya mencakup penetapan arah dan tujuan, keteladanan dalam tindakan, pembangunan sistem yang kuat, hingga internalisasi GRC ke dalam pola pikir dan perilaku sehari-hari.
Dorong Akuntabilitas
Menurut Daya Group, implementasi GRC memberikan sejumlah manfaat bagi perusahaan, baik dari sisi tata kelola, pengelolaan risiko, maupun kepatuhan.
Erick mengatakan, dari sisi governance, implementasi GRC membuat proses pengambilan keputusan perusahaan menjadi lebih cepat, sekaligus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Menurutnya, kondisi tersebut turut mendukung peningkatan kinerja finansial perusahaan.
“Dari sisi governance, sebenarnya pengambilan keputusan perusahaan lebih cepat, lebih akuntabilitas dan transparansi, yang juga mendukung terhadap peningkatan performance finansial perusahaan,” ujar Erick.
Sementara dari sisi risk, Erick menyampaikan bahwa penerapan GRC membuat risiko strategis perusahaan menjadi lebih terkendali. Selain itu, menurutnya, insiden operasional mengalami penurunan dan ketahanan bisnis perusahaan semakin meningkat.
“Dari sisi risk, risiko strategis lebih terkendali, insiden operasional yang menurun, dan juga ketahanan bisnis yang meningkat,” kata Erick.
Adapun dari sisi compliance, Erick menyampaikan bahwa implementasi GRC turut meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan yang berlaku. Dengan meningkatnya kepatuhan tersebut, perusahaan dapat menjaga reputasi sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.
“Sedangkan dari sisi compliance, tentunya kepatuhan juga meningkat, semua regulator menurun, sehingga dapat menjaga reputasi perusahaan,” pungkas Erick.
Materi presentasi pada PERFORMANCE IMPACT dari DAYA Group – Partnership • Excellence menunjukkan bahwa penerapan GRC memberikan dampak yang mencakup tiga aspek utama, yaitu Governance, Risk Management, dan Compliance. Ketiganya memberikan manfaat yang kemudian berkontribusi terhadap dampak bisnis dan dampak finansial perusahaan.
Pada aspek Governance, penerapan GRC memberikan manfaat berupa pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berkualitas. Dampak bisnis yang dihasilkan adalah implementasi dan eksekusi strategi yang lebih efektif, sedangkan dampak finansialnya berupa peningkatan revenue dan profit.
Governance juga memberikan manfaat berupa akuntabilitas dan transparansi. Dari sisi dampak bisnis, hal tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan stakeholder, sementara dari sisi finansial memberikan kemudahan akses pendanaan dan investasi.
Selanjutnya, pada aspek Risk Management, manfaat yang diperoleh adalah risiko strategis yang lebih terkendali. Dampak bisnis dari penerapan tersebut adalah mengurangi potensi gangguan bisnis, dengan dampak finansial berupa Revenue and Profit Protection.
Risk Management juga memberikan manfaat berupa penurunan insiden operasional. Dampak finansial yang dihasilkan adalah Cost Efficiency.
Selain itu, peningkatan ketahanan bisnis menjadi manfaat lain dari penerapan Risk Management. Dampak bisnis yang dihasilkan adalah Operational Excellence, sementara dampak finansialnya berupa Increase Productivity.
Pada aspek Compliance, manfaat pertama yang ditunjukkan adalah meningkatnya kepatuhan. Dampak bisnisnya adalah mengurangi eksposur hukum, sedangkan dampak finansialnya berupa Cost Avoidance. Compliance juga memberikan manfaat berupa penurunan temuan regulator. Dari sisi dampak bisnis, kondisi tersebut berkontribusi dalam mengurangi gangguan operasional, sedangkan dari sisi finansial memberikan penurunan denda dan sanksi.
Manfaat berikutnya adalah terjaganya reputasi perusahaan. Dampak bisnis yang dihasilkan berupa peningkatan kepercayaan stakeholder, sedangkan dampak finansialnya adalah Revenue Sustainability.
Dengan demikian, menurut Daya Group, penerapan GRC tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian dan kepatuhan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai bagi perusahaan. Governance, Risk Management, dan Compliance secara bersama-sama memberikan manfaat yang berdampak pada efektivitas strategi, pengendalian risiko, ketahanan bisnis, kepatuhan, hingga reputasi perusahaan.
Seluruh dampak tersebut pada akhirnya dikaitkan dengan perlindungan dan peningkatan nilai perusahaan. Hal ini tercermin dalam rumusan:
GRC Value = Revenue Protected + Effective Cost + Productivity Improved + Assets Protected
Melalui pendekatan tersebut, Daya Group memosisikan GRC sebagai bagian strategis yang mampu memberikan kontribusi terhadap kinerja bisnis sekaligus dampak finansial perusahaan.
