TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Corporate Character Building

Achmad Adhito
14 June 2018 | 12:05
rubrik: Article
Corporate Character Building

Ary Ginanjar (Foto: Istimewa)

Oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, Pakar Karakter, Corporate Culture Consultan, dan Founder ESQ 165—Gegap gempita tahun baru telah dilewati. Pesta-pesta telah berlalu. Muhasabah telah dilakukan. Penyusunan rencana telah dibuat dengan rapi. Resolusi baru membuat kita lebih bertenaga dan yakin. Hati kita dipenuhi oleh kegembiraan dan rasa syukur telah sampai di tahun yang baru ini.

Walau umur kita terus tergerus, tetapi usia menjadi kaya dengan bertambahnya prestasi dan keberhasilan-keberhasilan. Selamat untuk pencapaian Anda di tahun 2017 kemarin.

Kini saatnya kita menyusun strategi baru untuk mencapai kesuksesan baru. Karena tidak mungkin kesuksesan yang lebih tinggi diraih dengan cara yang sama. Mari bersama menyusung moto: inovasi apa yang akan kita buat hari ini?

Inovasi, bukanlah urusan bagian litbang saja. Bukan juga tugas berat para ahli teknis di perusahaan Anda. Strategi, bukan urusan bagian SDM semata. Bukan juga tugas berat para konsultan saja. Sebagai seorang pemilik bisnis, atau pekerja dengan visi intrapreneur, Anda telah menyadari bahwa kesuksesan perusahaan berada pada semua unsur yang ada di perusahaan.

Anda pun telah tahu bahwa setiap orang bisa mendatangkan income untuk perusahaan, dengan kontribusinya yang positif. Lalu, inovasi dan strategi apa yang akan kita bahas? Kali ini, kita ingin berfokus pada satu hal, dan itu bukan berada di luar diri kita, tetapi berada di dalam diri kita sendiri: karakter.

“For your business to survive, it needs character and purpose”. Agar bisnis Anda dapat bertahan, diperlukan karakter dan daya guna. Hal ini disampaikan oleh Anthony K. Tjan dalam Harvard Bussiness Review, 2015.

Tjan menyatakan bahwa para pendiri bisnis besar di dunia memulai usaha mereka karena memiliki suatu keunggulan yang ingin dibagikan pada orang lain. Mereka kemudian berkomitmen dan menjadikannya sebuah panggilan hidup, untuk memberikan apa yang ia tahu, dan membantu lebih banyak orang lain.

BACA JUGA:   Depresiasi Rupiah dan Ujian Nasionalisme 

Contoh pengembangan perusahaan dengan etika karakter unggul dan keinginan untuk berbagi keunggulan bisa kita lihat dari kisah bagaimana IBM dibangun. Dengan menggabungkan tiga perusahaan teknologi computing, tabulating, dan recording yang semula tidak bisa bertahan menghadapi kemajuan. Dampak penyatuan bisnis ini menumbuhkan kolaborasi dalam membangun inovasi berbagai jenis mesin bisnis yang andal. CTR kemudian berkembang menjadi perusahaan International Business Machine (IBM).

Sementara, contoh karakter untuk berbagi inovasi dan keunggulan dapat kita teladani dari pembentukan perusahaan Nestle. Dibangun dari inovasi formula bubur bayi yang dapat menyelamatkan para bayi yang kekurangan gizi, Nestle kemudian makin membesar. Berbagai inovasi lainnya seperti pembuatan kopi instan, susu kental manis, susu bubuk, dan produk-produk lainnya terus diserap pasar. Semangat inovasi dan berbagi ini merupakan keunggulan yang menguatkan karakter korporat Nestle. Hingga kemudian berkembang menjadi perusahaan gizi yang besar dan mendunia.

Contoh-contoh perusahaan yang dibangun dengan tujuan besar ini, membuatnya tumbuh menjadi korporasi yang berkarakter. Jadi, setelah mission statement, langkah selanjutnya adalah character building.

Disampaikan pula oleh Dr. Jack London (2015) dalam Ethisphere—sebuah majalah corporate culture tingkat global—bahwa, “Character is a complex aggregate of mental and ethical traits that form the true nature of a person”. Bahwa, karakter adalah agregasi yang rumit antara sikap mental dan sifat etis yang membentuk kepribadian sejati seseorang.

Dr. Jack London (2015) pun menyampaikan bahwa, kepemimpinan yang berfokus pada pembentukan budaya korporasi yang berkarakter akan memiliki kekuatan untuk menciptakan, mengubah dan menjadikan individu, organisasi, dan masyarakat, berubah dan tumbuh kuat dengan menyesuaikan terhadap berbagai tantangan baru yang muncul.

Ada lima hal yang bisa dikembangkan, untuk membuat budaya perusahaan Anda berkarakter. Langkah-langkahnya, yaitu:

BACA JUGA:   Tanpa Korupsi, Rezeki PNS Bertambah Rp 1,2 Miliar

1. Definisikan filosofi inti (core phylosophy); mendefinisikan serangkaian standar yang tinggi untuk integritas dan kualitas kerja.

2. Pimpin dengan contoh (lead by example); tim pimpinan yang menjadi contoh karakter akan membuat perusahaan dan anak buah menjadi berdaya guna (empowering).

3. Libatkan semua pihak; setiap bagian dalam korporasi harus bersatu dan bersepakat akan karakter yang akan dibangun menjadi budaya yang kuat.

4. Putuskan meski sulit; bersikap tegas, membuat keputusan dengan dasar yang kuat, akan berdampak besar terhadap pembentukan budaya korporasi yang berkarakter.

5. Dorong dan sosialisasikan; corong utama perubahan budaya adalah pada komunikasi. Bagaimana urgensi suatu karakter disebarluaskan dalam tataran nilai-nilai yang dipahami dan disepakati bersama.

Membuat korporasi memiliki karakter yang tepat berarti mengubah karakter lama yang ada dengan karakter baru yang diinginkan. Agar di perusahaan Anda berkembang nilai, norma, karakter, dan budaya yang sesuai dengan tujuan, impian, visi dan misi yang ingin dicapai oleh perusahaan Anda. Terutama dengan makin cepatnya tingkat perubahan yang terjadi di luar perusahaan. Anda membutuhkan agar setiap divisi, cabang, bagian dari perusahaan, memiliki agility, speed, profesionalism, dan wisdom yang dibutuhkan untuk memenangkan persaingan di tahun 2018.

Agility dan speed saja tidak akan menjadi profesional tanpa wisdom yang berkarakter. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Tentukan titik lesat yang Anda ingin lejitkan, dan bangun kekuatan di dalam perusahaan. Ciptakan momentum yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang ditargetkan.

Tetapi, pastikan bahwa di dalamnya terdapat karakter yang akan menjadi jiwa bagi setiap target yang ditetapkan. Sudah saatnya Anda dan perusahaan di tempat Anda berkiprah, berkontribusi dan memberikan solusi bagi permasalahan yang bukan lagi bersifat kewilayahan, tapi sudah bervisi regional dan bahkan global.

BACA JUGA:   Semangat Membangun Ekonomi di Masa Pandemi

 

*Kolom Ini Sebelumnya Dimuat di Majalah BusinessNews Indonesia Edisi Februari 2018

 

 

Previous Post

Jembatan Kali Kuto Digarap Lagi Usai Lebaran

Next Post

Ketika Asing Lebih Sedikit Namun Dominan di BEI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR