Jakarta, TopBusiness – Anak usaha PT Pelindo II (Persero) yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) kembali menuai kinerja positif pasca libur selama Ramadhan dan Lebaran. Hal ini seiring dengan mulai beraktivitasnya kembali proses ekspor dan impor di pelabuhan.
Kondisi itu pun ditandai mulai beroperasi normal beberapa layanan perseroan seperti kegiatan stevedoring, cargodoring, portstock, dan layanan lainnya yang memberikan dampak positif pada kinerja perseroan.
Menurut Chiefy Adi K, Direktur Utama IPCC, kondisi lapangan parkir kendaraan perseroan untuk aktivitas ekspor dan impor pasca libur panjang Lebaran langsung mengalami lonjakan kapasitas.
“Tentunya hal ini sangat positif bagi kinerja Perseroan dengan makin banyaknya kendaraan yang berada di lahan parkir kami. Kami sangat mengapresiasi kondisi tersebut kepada para automaker yang telah mempercayakan kendaraannya untuk ditempatkan sementara di lahan kami,” tandas dia di Jakarta, seperti dikutip Selasa (25/6/2019).
Indra Hidayat Sani, Direktur Operasi IPCC mengatakan, peningkatan yang terjadi lebih disebabkan karena kembali meningkatnya aktivitas produksi dan pabrikan dari para produsen atau automaker. Selain itu, pengantaran kendaraan dari para shipping line juga turut meningkat pasca libur panjang itu.
“Adanya momen Ramadhan dimana jam kerja terbatas dan libur panjang Lebaran membuat aktivitas produksi hingga kegiatan bongkar muat kendaraan di terminal kami sempat mengalami penurunan kapasitas,” jelas Indra.
Sebelumnya disampaikan, pada saat libur Lebaran, dari data internal IPCC tercatat sebanyak 2 kapal (Shipping line) telah bersandar di dermaga IPCC. Kapal pertama berasal dari shipping line NYK Line dengan nama kapal MV Canopus Leader yang bersandar pada tanggal 4 Juni 2019.
Kapal ini berasal dari pelabuhan di Singapura dengan membawa sejumlah kendaraan (CBU maupun alat berat) dan spareparts. Sejumlah kendaraan CBU yang dibawa ialah kendaraan Mitsubishi dengan jenis Triton sebanyak 627 unit dan Pajero sebanyak 912 unit.
Lalu, Mercedes Benz dengan berbagai varian, sebanyak 28 unit. Juga beberapa unit alat berat.
Kapal berikutnya ialah dari Shipping line Toyofuji Shipping (TFS) dengan nama
kapal MV Fujitrans World bersandar pada 6 Juni 2019. Kapal ini juga berasal dari pelabuhan di Singapura dengan membawa sejumlah kendaraan (CBU maupun alat berat) dan spareparts.
Sejumlah kendaraan CBU yang dibawa antara lain, kendaraan Toyota dengan jenis Lexus sebanyak 86 unit, Land Cruiser sebanyak 20 unit, Alphard sebanyak 150 unit, Vellfire sebanyak 15 unit, Voxy sebanyak 163 unit, dan lainnya.
Adapun alat berat yang dibawa ialah Toyota Forklift sebanyak 5 unit. Sementara itu, spareparts yang dibawa ialah Toyota Spareparts sejumlah 19 PKGS dan parts Toyota Forklift sejumlah 7 PKGS.
“Mulai minggu ketiga bulan ini aktivitas kembali normal dan para automaker pun langsung menggenjot produksinya, terutama untuk ekspor sehingga meningkatkan kapasitas lahan penumpukan kendaraan,” kata Indra.
Sebagai catatan, selama Mei 2019 jumlah kendaraan CBU yang berada di lahan parkir IPCC untuk impor berjumlah 5.164 unit atau naik 10,46% dibandingkan April 2019 yang berjumlah 4.675 unit. Dan pada Juni 2019 hingga minggu ketiga berjumlah 6.544 unit atau naik 26,72% dibandingkan Mei 2019.
Jika dihitung secara rata-rata harian untuk kegiatan impor jumlah kendaraan pada Mei 2019 untuk per harinya ialah 167 unit atau lebih tinggi dibandingkan April sebanyak 156 unit dan untuk bulan Juni 2019 (hingga minggu ketiga) berjumlah kurang lebih 297 unit.
Sementara untuk ekspor, selama Mei 2019 jumlah kendaraan CBU yang berada di lahan parkir IPCC berjumlah 28.031 unit atau naik 40,70% dibandingkan April 2019 yang berjumlah 19.922 unit. Dan Juni 2019 hingga minggu ketiga berjumlah 6.391 unit.
Jika dihitung rata-rata harian untuk kegiatan ekspor jumlah kendaraan pada Mei 2019 untuk per harinya ialah 904 unit di atas jumlah kendaraan pada April sebanyak 664 unit dan untuk Juni 2019 (hingga minggu ketiga) berjumlah kurang lebih 291 unit.
“Jumlah ekspor inipun dapat meningkat hingga akhir Juni 2019 seiring meningkatnya kembali aktivitas produksi kendaraan dari para automaker,” tandas Indra.
Penulis: Tomy
