TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ada Berbagai Ancaman, jika tak Terapkan Standar Plumbing

Albarsyah
9 November 2020 | 07:30
rubrik: Business Info
Ada Berbagai Ancaman, jika tak Terapkan Standar Plumbing

Jakarta, TopBusiness – Sistem plambing adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari bangunan gedung  bertingkat. Sistem plambing dipergunakan untuk menyediakan air bersih dan  membuang air kotoran serta air buangan ketempat yang telah ditentukan tanpa  mencemari bagian-bagian terpenting lainnya. Lantas, apa pentingnya menerapkan standar Plumbing?

General Manager Management System certification and Business Development IAPMO  Group Indonesia, Rista Aristiteka Dianameci, di Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (07/11/2020),  mengatakan, banyak kerugian yang ditimbulkan dari kurangnya sistem plambing yang  baik dan tidak dilaksanakannya standar plambing. “Air yang telah diolah akan menjadi  sia-sia jika bangunan tidak memiliki sistem plambing yang baik. Bahkan air yang telah  diolah dapat terkontaminasi oleh perlengkapan plambing yang tidak memenuhi standar  dan instalasi yang tidak sesuai,” jelas Rista.

Perlengkapan plambing dan instalasi sistem plambing yang tidak memenuhi standar,  lanjutnya, juga berdampak buruk dan membahayakan orang. Misalnya: Peningkatan  kadar timbal pada perlengkapan plambing dapat menyebabkan kanker dan masalah  kesehatan lainnya, atau Gas beracun dari saluran pembuangan dapat memasuki  bangunan karena buruknya instalasi toilet/ bathtub/ wastafel sehingga dapat  menimbulkan gangguan pernapasan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, air yang melalui perlengkapan plumbing yang buruk,  dapat menyebarkan penyakit- 88% kasus diare diseluruh dunia disebabkan oleh air  yang tidak aman dikonsumsi dan sanitasi yang tidak memadai dan bersih. “Juga dikarenakan kebocoran atau kerusakan pipa dapat memicu asma dan alergi. Kerusakan  pada seal penampung air pada sistem drainase juga dapat menyebarkan patogen  berbahaya seperti SARS, dan atau sebagainya,” kata Rista.

Kerugian keuangan juga mungkin terjadi akibat kerusakan properti pada bangunan dan  uang terbuang untuk memperbaiki serta mengganti komponen plambing yang tidak  memenuhi standar.

BACA JUGA:   Bahlil Kembalikan Persetujuan RKAB Tambang Minerba jadi 1 Tahunan

Bahkan kerugian ekonomi dan dampak negatif pada lingkungan jika pasar menjadi  pembuangan produk plambing yang murah dan tidak memenuhi standar. Hal ini akan  meningatkan ketergantungan akan air kemasan dan secara signifikan menurunkan PDB  (Produk Domestik Bruto) Indonesia.

Oleh karenanya, lanjut Rista, menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk  produk dan sistem Plumbing menjadi penting. Dengan menerapkan SNI, akan  menjamin produk berkualitas sehingga mampu melindungi manusia dari masalah  keamanan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan hidup.

Menerapkan SNI produk dan sistem Plumbing juga berdampak pada ekonomi nasional,  perbaikan kualitas lingkungan hidup dan juga dapat menggerakan sektor pariwisata dan  menarik investasi.

“Untuk Negara Indonesia yang sedang berkembang dimana proyek pembangunan juga  sangat masif, tentu dibutuhkan tenaga kerja yang terampil dan paham mengenai sistem  plambing tersebut,”jelas Rista. 

Bagi IAPMO, standardisasi sistem plambing juga penting pada saat ini dalam  pencegahan penyebaran COVID-19. “Salah satu contoh adalah penyebaran wabah  SARS di Hong Kong beberapa tahun lalu yang melalui penelitian oleh World Health  Organization (WHO) penyebabnya adalah sistem plambing yang tidak memadai,” terang  Rista.

IAPMO siap mendukung Penerapan SNI

Plambing dan sistem Plambing hanya dikenal oleh para Insinyur dan praktisi di bidang  infrastruktur, dan juga di dunia pendidikan dengan jurusan tertentu yang berbicara  mengenai sistem plambing. Sedangkan di masyarakat sendiri plambing hanya dikenal  sebatas produk spesifik “produk pipa”. 

Padahal jika melihat standar SNI 8153:2015, produk plambing tidak hanya bicara Pipa,  tapi seluruh produk yang dialiri air untuk kebutuhan air minum maupun air buangan.  Sedangkan Sistem plambing adalah cara pasang dan aplikasi yang baik produk  plambing yang dimaksud pada sebuah bangunan.

BACA JUGA:   PowerCommerce Kolaborasikan UMKM

Untuk meningkatkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) khususnya di bidang  plumbing, IAPMO Grup Indonesia siap memberikan berbagai layanan kesesuaian  (sertifikasi dan pengujian) produk plumbing dan mekanis, juga edukasi dan  pengembangan standar.  “Sesuai dengan namanya, awal mula IAPMO merupakan organisasi yang ahli dalam  membuat standar, melakukan penelitian, pengembangan, dan memberikan edukasi  kepada masyarakat mengenai sistem Plambing,” ujar Rista.

Rista mengakui, IAPMO Group Indonesia memiliki segmentasi pasar yang unik yaitu  fokus pada Industri yang bergerak dalam bisnis Material Bangunan. “Selain itu IAPMO  dapat memberikan layanan “one stop services” dengan mengintegrasikan beberapa  layanan yang memungkinkan untuk diproses secara bersamaan dalam satu waktu,  sehingga akan lebih hemat waktu, tenaga dan biaya,” tambahnya.

Untuk meningkatkan kredibilitas IAPMO sebagai lembaga penilaian kesesuaian, IAPMO telah diakreditasi KAN untuk skema sertifikasi sistem manajemen mutu, lingkungan,  produk, ekolabel, personel, inspeksi, dan pengujian baik di bidang plambing maupun  material bangunan serta produk yang digunakan dalam rumah tangga.

IAPMO Grup Indonesia sendiri berlokasi di Jalan Kapuk Timur Delta Silicon III Lippo  Cikarang Blok F-23 No .11 A,, Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. IAPMO memberikan layanan antara lain : Layanan sertifikasi produk untuk UPC dan  Water Mark Australia, Layanan pengujian untuk mendukung sertifikasi produk SNI,  Layanan pengujian untuk mendukung ekspor seperti Saudi Arabia (SASO), UPC,  Australia, Middle East, Filipina, Layanan sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001,  ISO 50001, HACCP dan ISO 22000, Layanan sertifikasi personel plambing, Layanan  inspeksi hygiene dan sanitasi untuk hotel, restoran dan katering, dan sebagainya.

IAPMO Group berdiri sejak tahun 1926 di Amerika Serikat. Kala itu, IAPMO didirikan  untuk menyelaraskan pengembangan dan adaptasi dari sistem plambing, mekanis,  kolam renang dan energi matahari untuk dapat memenuhi peraturan yang berlaku baik  di Amerika Serikat maupun negara lain. Banyak persyaratan yang terdapat pada  Uniform Plumbing Code (UPC) bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keamanan  lebih dari setengah jumlah umat manusia.

BACA JUGA:   Ini Produk Baru AXA Mandiri, Wujudkan Cita-cita Anak untuk Kuliah

“Oleh karenanya, sistem plumbing dunia semakin berkembang seiring waktu. Di  Indonesia, standar praktik yang ada, seperti Standar Nasional Indonesia, SNI  8153:2015 Sistem Plambing, di mana banyak persyaratan yang ada berasal dari UPC,  yang membantu meminimalkan resiko dan memastikan keamanan air minum yang  sehat serta sanitasi,” tegasnya.

Previous Post

PUPR Dorong Inovasi Pembangunan dan Operasi Bendungan

Next Post

Ini Saham Pilihan Saat IHSG Rebound

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR