TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kredit Investasi Dominan, BPR Bank Daerah Karanganyar Dipuji Juri TOP BUMD Awards 2021

Nurdian Akhmad
8 May 2021 | 12:42
rubrik: BUMD, Event
Kredit Investasi Dominan, BPR Bank Daerah Karanganyar Dipuji Juri TOP BUMD Awards 2021

Jakarta, TopBusiness – Tak banyak BPR di Indonesia yang berani mengambil porsi kredit modal kerja dan investasi lebih dominan ketimbang  kredit konsumsi. Segelintir dari BPR yang berani mengambil risiko itu adalah PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda).

Berdasarkan laporan pihak manajemen, pada 2020 total kredit BPR Bank Daerah Karanganyar mencapai Rp 382,43 miliar. Dari jumlah tersebut, proporsi kredit modal kerja dan investasi sekitar 61 persen atau Rp 237,83 miliar. Sedangkan kredit konsumsi mencapai Rp 150,22 miliar atau 39 persen.

Kondisi yang nyaris sama juga terjadi pada 2019, dengan porsi kredit modal kerja dan investasi mencapai 59 persen atau senilau Rp 194,47 miliar, sementara kredit konsumsi  sebesar 41 persen atau Rp 134,774 miliar.

Hal itulah yang membuat BPR Bank Daerah Karanganyar diapresiasi oleh Dr Aldrin Herwany, pakar ekonomi Unpad yang menjadi dewan juri dalam penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang dihelat secara daring, Jumat (7/5/2021).

 “Saya apresiasi dengan BPR ini, ini unik terjadi di BPR. Sekelas BPD saja masih konsumtif dominasi kreditnya, bapak sekelas BPR sudah berani kredit modal kerja dan investasi  yang dominan. Itu luar biasa, jarang berani seperti ini,” kata DR Aldrin Herwany.

TOP BUMD Awads 2021 dihelat oleh Majalah TopBusiness bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-Otda), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, Lembaga Kajian Nawacita (LKN) dan sejumlah lembaga konsultan. Saat ini, TOP BUMD Awards 2021 masih dalam proses penjurian kepada ratusan BUMD dari seluruh Indonesia yang masuk finalis.

Selain Aldrin Herwany, dewan juri yang hadir dalam penjurian ini adalah Prof Dr Satya Arinanto (i-Otda), Prof Dr Wahyudin Zarkasyi (akademisi Unpad),  dan Dr Trubus Rahardiyansah (pengamat kebijakan publik),  Sri Nitiswati (LKN), Edison Ali (konsultan), dan  Melani K Harriman, PhD (moderator).

Sedangkan tim  BPR Bank Daerah Karanganyar yang menguikuti penjurian ini adalah Haryono, SE  (direktur utama), Aris Budi Waluyo, SE   (direktur bisnis), Arianto Pramudjadi, S.Sos  (direktur umum & kepatuhan), Kusringah, SE (kepala satker audit internal), dan Didik Purwanto, ST., MM  (kepala bagian kredit).

BACA JUGA:   Rayakan HUT ke-29, PDAM Tirta Penataran Terus Bertekad Jadi Kebanggaan Daerah dengan Pelayanan Terbaik

Menanggapi pujian dari dewan juri TOP BUMD Awards 2021, Haryono mengatakan, peran BUMD ini adalah melaksanakan visi dan misi kepala daerah untuk meningkatkan tingkat perekonomian rakyat demi kesejahteraan masyarakat. Kredit modal kerja di BPR Bank Daerah Karanganyar lebih banyak untuk sektor perdagangan, misal pedagang makanan dan minimal.

“Yang paling banyak sekarang kuliner karena pariwisata di Karanganyar yang tumbuh pesat. Di masa pandemi, pariwisata di Karanganyar makin tumbuh karena kami perkenalkan protokol kesehatan. Hotel-hotel juga alhamdulilllah ramai sekarang,” tutur dia.

Selain itu, kredit modal kerja juga diberikan ke pelaku  UKM di sektor indusri kecil dan sektor pertanian yang  porsinya mencapai 30 persen. “Seperti di Tawang Mangu itu banyak petani sayur-sayuran yang kami berikan kredit,” ucap Haryono.

Salah satu kunci sukses BPR Bank Daerah Karanganyar menyalurkani kredit modal kerja dan investasi dengan porsi yang lebih besar karena adanya pembekalan spiritual selain memberikan modal uang.

Menurut dia, BPR Bank Daerah Karanganyar kerap mengadakan customer gathering  untuk para UKM yang menjadi nasabah. Pihaknya  memberikan pelatihan-pelatihan  misal tentang pembukuan sederhana yang dibarengi pelatihan mental dan spiritual. Ada tiga nilai spiritual yang selalu ditanamkan yakni Bekerja Optimal Tanpa Diperintah, Jujur Disiplin Tanpa Diawasi, Bertanggung Jawab Tanpa Diminta.

“Jujur, sekarang tanpa diawasi mereka (nasabah) mengangsur kewajibannya sebelum dimintai tanggung jawabnya. Itulah mental-mental yang kami tumbuhkan dari para UKM yang kami bantu permodalannya,” kata Haryono.

“Insya Alloh saya punya komitmen, khoiro anfa’akum linnaas.  Kita menjadi jalan kesuksesan bagi banyak orang.  Inilah rezeki kami yang sesungguhnya,” tutur Haryono menambahkan.

Aldrin dalam penjurian itu mendorong agar BPR Bank Daerah Karanganyar segera bertransformasi menjadi BPR syariah, karena kegiatannya lebih banyak membantu masyarakat khususnya UKM.

Menurut Haryono, kegiatan usaha BPR Karanganyar sebenarnya sudah syariah. Misalnya terlihat dari debitur yang menungguk tiga kali angsuran dibebaskan denda dan bunganya. Debitur hanya membayar sisa angsurang pokoknya saja. “Kalau sudah tiga kali tidak bayar, itu berarti mereka kesusahan. Debitor kami tidak ada yang bangkrut, justru secara bertahap mereka membayar,” ujarnya.

BACA JUGA:   Indikator BPPSPAM Sehat, Kinerja Perumdam Tirta Muaro Terus Bertumbuh di Masa Pandemi

Dengan menggabungkan aspek teknis dan spiritual dalam penyaluran kredit ke UKM, menurut Haryono, tingkat kredit macet atau NPL di BPR Bank Daerah Karanganyar tahun 2020 cukup rendah, hanya 0,19 persen. Angka NPL itu turun dari tahun 2019 yang mencapai 3,08 persen. “Jadi turun 100 persen lebih. Insya Alloh Desember 2021 kita targetkan NPL 0,00 persen,” ucap dia.

PT BPR Bank Daerah Karanganyar adalah BUMD yang 100 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Saat ini, BPR ini mempunyai satu kantor pusat, satu kantor cabang dan 18 kantor kas di setiap kecamatan kabupaten Karanganyar. “Insya Alloh tahun 2022, layanan BPR akan hadir di desa-desa di Karanganyar,” ucap dia.

Kinerja Bisnis Meningkat

Menurut Haryono, kinerja aset, kredit serta dana pihak ketiga mengalami pertumbuhan yang pesat pada 2020, meskipun kondisi bisnis pada umumnya menurun akibat pandemi covid-19.  (lihat tabel)

Selama pandemi, kinerja kredit BPR Bank Daerah Karanganyar justru membaik karena pihaknya bisa memanfaatkan momentum. Di saat perbankan lain menunggu kondisi membaik, pihaknya tetap hadir di tengah masyarakat dengan memberi kredit. “Kami hanya melayani masyarakat Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya, kami tidak punya cabang di daerah lain sehingga kami menguasai dengan baik wilayah kami,” tutur dia.

Kinerja Keuangan  BPR Bank Daerah Karanganyar

Namun, laba bersih menurun karena adanya strategi dari Pemkab untuk menurunkan setoran pendapatan asli daerah (PAD)  dan melaksanakan relaksasi terhadap debitur yang terkena dampak covid-19. Pihaknya juga melakukan Hapus Buku bagi debitor yang  macet dan  tidak ada harapan lagi. Meski  demikian ROA BPR Bank Daerah Karanganyar masih sehat yaitu sebesar 1,5 persen (di atas ketentuan OJK minimal 1,21 persen).

“Kami memberikan relaksaksi kredit sebesar Rp 32 miliar untuk sekitar 300 nasabah kami  yang terkena dampak pandemi, untuk menunda pembayaran dan memberikan bunga yang murah, sama dengan KUR antara 0,5-0,6 persen,” tuturnya.

BACA JUGA:   BPR Artha Sukma, Siasat Kala Pandemi Hingga Rencananya Jadi BPR Syariah

Kendati laba bersih 2020 menurun, BPR Bank Daerah Karanganyar tahun ini bisa memberikan setoran PAD atas kinerja tahun 2020 sebesar Rp 2,5 miliar, melebihi target yang ditetapkan Rp 1,6 miliar.

Kontribusi lainnya untuk daerah adalah  BPR Bank Daerah Karanganyar ikut berperan dan mendukung seluruh kegiatan pemerintah daerah maupun kegiatan DPRD dalam pameran-pameran UMKM, kegiatan sponsor olahraga, kesenian dan kegiatan budaya kemasyarakatan serta sebagai sponsor HUT RI di setiap kecamatan bahkan sampai tingkat kelurahan.

Kunci Keberhasilan

Secara ringkat, menurut Haryono, ada beberapa kunci keberhasilan BPR Bank Daerah Karanganyar selama ini. Adanya komitmen tinggi dari pemilik dalam hal ini bupati bersama DPRD untuk mengembangkan PT BPR Bank Daerah Karanganyar (perseroda) dengan terus setiap tahun menambah modal disetor, memberikan komisaris (dewan pengawas) yang ahli dibidangnya serta memilih Direksi yang Profesional dan independen.

“Adanya Change Manajemen dengan membumikan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan perubahan budaya kerja,” ucap dia.

Kunci keberhasilan lainnya adalah peningkatan kompetensi SDM yang berkualitas yang antara lain dilakukan dengan mengikutkan  19 karyawan untuk Certif Direksi (17 karyawan lulus certif DIR1 dan DIR2).

“Kami juga melakukan strategi pemasaran dengan menempatkan SDM handal dan berpengalaman di bidangnya, promosi melalui media elektronik berupa iklan pada radio di Karanganyar serta aktif sosialisasi di kegiatan kelompok paguyuban UMKM guna perluasan jaringan layanan dan usaha,” paparnya.

Kunci keberhasilan lainnya adalah melakukan Continuous Improvement pada setiap bagian guna perbaikan proses atau alur kerja yang dinamis dan lebih baik agar sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Kami juga mengembangkan Produk Layanan kepada Masyarakat yang memiliki uniqness di samping memberikan pinjaman permodalan juga diberikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha  UMKM (pendampingan  jasa manajemen)  secara gratis,” tutur dia.

Tags: BPR Bank Daerah KaranganyarTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

PDAM Tirta Deli akan Merevitalisasi Aset

Next Post

IHSG Berpeluang Rebound Tipis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR