Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Djoko Tingkir (Perseroda) terus menuai kesuksesan dari sisi kinerja layanan dan bisnis, serta aktif memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Sragen. Maklum saja, BPR ini merupakan bank BUMD yang 100 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Sragen.
Seperti halnya BUMN yang mengusung core value AKHLAK, BPR Bank Djoko Tingkir juga memiliki core value DJUARA yang merupakan singkatan dari Dedication (dedikasi), Joyful (kegembiraan), Unity (Kesatuan), Attitude (sikap perilaku baik), Respect (menghormati), dan Adaptive (adaptif). Nilai-nilai itu yang menjadi pegangan semua pegawai, sehingga performa perusahaan terus meningkat.
Berdasar laporan kinerja keuangan perusahaan tahun 2023, aset BPR Bank Djoko Tingkir tahun 2023 tercatat Rp 391,716 miliar, naik Rp 31,08 miliar ketimbang 2022 yang sebesar Rp 360,628 miliar. Demikian pula kredit yang diberikan (KYD) naik Rp 4,065 miliar menjadi Rp 265,2 miliar dibandingkan pada 2022 sebesar Rp 261,14 miliar. Di sisi yang lain, kredit macet (NPL) BPR Bank Djoko Tingkir turun dari 2,40 persen pada 2022 menjadi 2,29 persen.
Total dana pihak ketiga (DPK) baik dari tabungan dan deposito tercatat Rp 300,12 miliar, meningkat Rp 29,92 miliar dari DPK tahun 2022 sebesar Rp 270,19 miliar. Sedangkan pendapatan naik Rp 4,24 miliar dari Rp 47,5 miliar pada 2022 menjadi Rp 51,75 miliar. BPR Bank Djoko Tingkir juga menorehkan kenaikan laba sebesar Rp 2,15 miliar dari Rp 7,16 miliar pada 2022 menjadi Rp 9,31 miliar pada 2023.
Dengan kenaikan laba tersebut, BPR Bank Djoko Tingkir mampu memberikan setoran pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2023 sebesar Rp 4,04 miliar, meningkat Rp 935,18 juta dibandingkan setoran PAD tahun 2022 sebesar Rp 3,11 miliar.
Dari sisi tingkat kesehatan bank, BPR Bank Djoko Tingkir dalam kategori Sehat. Hal itu terlihat dari CAR di angka 18,81 persen, KAP 2,27 persen, NPL Net 2,29 persen, PPAP 100 persen, ROA 2,60 persen, BOPO 78,43 persen, ROE 25,46 persen, cash ratio 19,38 persen dan LDR 71,71 persen.
“Dari hasil persentase rasio-rasio keuangan tersebut dapat disimpulkan bahwa Tingkat Kesehatan BPR Bank Djoko Tingkir posisi akhir tahun 2023 adalah Sehat,” ujar Direktur Utama BPR Bank Djoko Tingkir Titon Darmasto S.H, M.M dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Kamis (15/2/2024).
Hadir pula dalam penjurian ini Agung Prabowo S.E, S.H, MM (Kabag Pemasaran & Pelayanan), Jarot Agus Amrih SE (Kabag Satuan Pengawas Internal), Yonatan Prakosa H S.Akt (Kabag. Kepatuhan) dan Henoc Sukma P S.Kom, M.M. (Plt. IT).
Terobosan dan Inovasi
Keberhasilan manajemen meningkatkan kinerja perusahaan tak terlepas dari sejumlah terobosan dan inovasi bisnis yang dilakukan BUMD ini. Inovasi tersebut pertama adalah Aplikasi Djuara Mobile yang memiliki banyak fitur yang memudahkan pengguna atau nasabah BPR Bank Djoko Tingkir. Beberapa fitur tersebut adalah Cek Tabungan, Transfer antar rekening Djoko Tingkir, Pembukaan Rekening Online, Pengajuan Kredit Online, Pembayaran Angsuran Online, Pembayaran PPOB (PBB,Retribusi Pasar, Retribusi Parkir), Sistem Penggajian untuk ASN, Top Up Saldo, Pembelian tiket kereta, QRIS, dan penarikan tunai di Indomart terdekat.
BPR Bank Djoko Tingkir juga memiliki layanan Customer Care Bank Djoting. Nasabah atau calon nasabah bisa menyampaikan keluhan dan aduan ke Bank melalui nomor whatshapp Bank Djoting. Di dalamnya juga ada layanan dan informasi produk. “ Ini sebuah layanan bagi nasabah atau calon nasabah, dalam jangka panjang agar tetap setia pada produk yang kami miliki,” kata Titon.
Inovasi bisnis lainnya adalah membentuk Team Pagi dan Team Malam Bank Djoko Tingkir. Team Pagi atau disebut Red Dragon beroperasi atau keliling mulai pukul 04.00 WIB hingga 12.00 WIB, sedangkan team malam atau Black Dragon beroperasi mulai pukul 16.00 hingga 00.00 WIB.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat khususnya para pedagang dan pelaku UMKM yang memulai aktivitas usaha pada pagi dan malam hari untuk mendapatkan keamanan dan kemudahan pengelolaan akses keuangan.
“Tujuannya adalah untuk menekan rentenir, lintah darat dan koperasi berbunga tinggi. Menekan juga kredit-kredit pasar berbunga tinggi yang mencekik UMKM. Kami hadir di sana untuk memberikan kemudahan akses keuangan, literasi dan edukasi, serta mengamankan UMKM dari jeratan lintah darat atau rentenir,” tutur Titon.
Meskipun baru berjalan satu tahun, progres Team Pagi dan Team Malam berjalan sangat baik. Data per Januari 2024, untuk Tim Red Dragon pencapaian NoA sudah 293 nasabah dengan nominal Rp 758,956 juta. Sementara Team Black Dragon pencapaiannya sebanyak 380 nasabah dengan nominal Rp 451,89 juta. “Masyarakat sangat terbantu karena adanya pelayanan perbankan di malam hari, di dini hari, dan pagi hari,” kata dia.
BPR Bank Djoko Tingkir juga memiliki Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) yang merupakan kredit subsidi bunga dari Pemerintah Kabupaten Sragen. Ini selaras dengan visi dan misi Pemkab Sragen untuk meringankan beban bunga penerima Kurda.
Total bunga Kurda sebesar 1% perbulan atau 12% per tahun. Namun, Pemkab Sragen memberikan subsidi bunga sebesar 0,75% per bulan atau 9% per tahun melalui BPR Bank Djoko Tingkir. “Sehingga penerima Kurda hanya membayar bunga kredit sebesar 3% per tahun atau sebesar 0,25% per bulan,” ucap Titon.
Per Januari 2024, BPR Bank Djoko Tingkir telah merealisikan Kurda Rp 8,489 miliar yang diterima oleh 152 nasabah dengan NPL 0 persen.
Selain itu, ada banyak kontribusi BPR Bank Djoko Tingkir ke daerah, khususnya Kabupaten Grobogan seperti setoran PAD, CSR (Corporate Social Responsibility), dan support program Pemerintah Kabupaten Sragen. BPR Bank Djoko Tingkir juga berperan serta dalam peningkatan perekonomian daerah, berperan serta dalam pengembangan dan memasarkan sektor pariwisata dan kebudayaan.
“Kami juga berperan serta dalam pengembangan dan memasarkan produk local serta berperan aktif dalam pemulihan ekonomi daerah melalui pendampingan kepada UMKM,” tutur Titon.
BPR Bank Djoko Tingkir juga menginisiasi pengembangan Sistem Internet Milik Desa (SIMIDES) yang dikelola Bumdes. SIMIDES hadir untuk menyediakan jaringan internet yang murah dan cepat hingga ke desa-desa di Kabupaten Sragen.
“SIMIDES menjadi salah satu yang berkontribusi dalam penghargaan pembangunan daerah (PPD) dan Kabupaten Sragen sudah masuk 3 besar di Provinsi Jawa Tengah dalam Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2024,” kata Titon.
Penerapan GCG
Dalam pengelolaan bank , menurut Titon, manajemen telah menerapkan prinsip-prinsip dalam pelaksanaan Tata Kelola perusahaan yang baik (GCG). BPR Bank Djoko Tingkir menerapkan keselarasan sistem manajemen sumber daya manusia (SDM) dengan strategi bisnis.
Miisalnya, sistem rekrutmen SDM yang profesional dan independen, bekerja sama dengan pihak ketiga. Kemudian adanya target individu, penawaran produk dan layanan di media sosial pegawai. penerapan sistem KPI (key performance indicators), serta renerapan reward dan punishment di semua divisi.
Hasil penilaian atau assessment GCG semester II tahun 2023, nilai komposit 1,1 (Sangat Baik).
BPR Bank Djoko Tingkir juga mengimplementasikan dan memanfaatkani teknologi informasi (TI). Antara lain Sistem Djoting Daily Activity Report. Ada pula Perpus online yang berisi berisi tentang data yang meliputi: Regulasi BPR, UU dan Perda, Peraturan Bupati, Pedoman, Kebijakan dan prosedur, SPO BP, Peraturan Perusahaan, dan lainnya.
Pemanfaatan teknologi juga dipakai dalam Permintaan IDEB SLIK OJK, Screening Data Nasabah API-PPT dan PPPSPM, Aplikasi Surat Keluar dan Masuk, Aplikasi Pengaduan Nasabah, Kertas Kerja Kepatuhan dan Whistle Blowing System.
Tertarik Go Public
Melihat kinerja dan berbagai pencapaian yang diperoleh BPR Bank Djoko Tingkir selama ini, salah satu anggota dewan juri yakni Prof Dr. Wahyudin Zarkasyi yang juga guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran Bandung menilai BPR Bank Djoko Tingkir sudah layak go public atau mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Tata kelolanya sudah bagus, meskipun bank ini high regulated, tapi kalau masuk ke bursa akan lebih baik lagi. Perusahaan masuk bursa itu tidak hanya cari dana murah, tapi lebih banyak untuk memperbaiki tata kelola. Kelihatannya bank ini sudah siap masuk dalam papan akselerasi yang saat ini sudah disiapkan oleh BEI,” ujar Prof Wahyudin.
Menanggapi pernyataan tersebut, Titon mengakui bahwa secara regulasi, Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sudah cukup mendukung jika BPR ingin go public atau melakukan penawaran perdana saham (IPO) di BEI.
“UU P2SK yang terbaru ini sangat menarik sekali, bank BPR yang awalnya Bank Perkreditan Rakyat sekarang berubah jadi Bank Perekonomian Rakyat. Di situ salah satunya disebutkan bahwa BPR diizinkan untuk bisa IPO atau mencatatkan sahamnya di BEI, ini sangat menarik sekali. Selain mendapatkan dana-dana murah untuk BPR lebih berkembang, memang ini menjadi concern kami,” ujar Titon.
Saat ini, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan beberapa hal terkait IPO, seperti menyampaikan rencana tersebut ke beberapa pemegang saham untuk digodok bersama-sama. “Apakah nanti melalui analisa SWOT terkait dengan IPO ini, kalau analisis SWOT bagus dan dilihat BPR Bank Djoko Tingkir ini untuk bisa mengembangkan jadi bank yang lebih besar dan lebih bagus lagi, kenapa tidak kami ambil bagian?,” tutur Titon.
Sementara itu, Prof Wahyudin berharap IPO BPR Bank Djoko Tingkir atau paling tidak masuk papan akselerasi di BEI bisa dilakukan dalam tiga tahun ini. “Harus lebih dibandingkan BPR biasa,” kata Prof Wahyudin.
