Jakarta, TopBusiness – Seiring dengan terpilihnya Perumda Air Minum Tirta Saribu Sungai, Solok Selatan (PDAM Tirta Saribu Sungai) sebagai finalis ajang TOP BUMD Awards 2025, untuk keperluan penilaian perusahaan ini mengikuti sesi penjurian yang digelar secara daring pada Kamis (16/1/2025) lalu.
Berdiri sejak tahun 2004, PDAM ini berubah badan hukumnya menjadi Perumda sejak tahun 2023 lalu. Perusahaan ini memiliki visi terwujudnya Perumda Air Minum Tirta Saribu Sungai Kabupaten Solok Selatan sebagai Perusahaan Daerah yang Sehat dan Mampu Memberikan Pelayanan Prima yang Berorientasi pada Kepuasan Pelanggan dengan Meningkatkan Sumber Daya Manusia dan K3 (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas).
Demikian seperti dikatakan Donaldi, selaku Kepala Bagian Administrasi Umum & Keuangan di PDAIM Saribu Sungai.
Adapun misi perusahaan antara lain Pelayanan Prima kepada pelanggan dengan aspek K3 (Kuantitas, Kualitas & Kontinuitas); Pengambilan Air Baku, Pengolahan & Pendistribusian Air Bersih serta layak Konsumsi kepada seluruh Pelanggan; Perluasan cakupan layanan pelanggan; Pengembangan Usaha untuk peningkatan pendapatan Perusahaan & Kesejahteraan Karyawan.
Memiliki aktivitas usaha yang bergerak dalam pengolahan dan distribusi air bersih bagi masyarakat di Kab. Solok Selatan, Perumda Air Minum Saribu Sungai memiliki sejumlah strategi bisnis, di antaranya Peningkatan Kapasitas dan kualitas layanan; Efisiensi Operasional; Peningkatan Pendapatan; Pengembangan SDM; Peningkatan Hubungan Pelanggan; Kerja sama dan Kemitraan; Keberlanjutan Lingkungan; Peningkatan inovasi dan teknologi.
Kinerja Perusahaan
Sebagai perusahaan BUMD yang 100% sahamnya dimiliki Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan, PDAM Saribu Sungai memiliki proporsi orientasi usaha 30% laba dan 70% layanan publik atau sosial.
Apiknya, berdasarkan penuturan Donaldi di hadapan dewan juri, Perumda Air Minum Saribu Sungai yang sempat dalam kondisi kurang sehat, perusahaan ini pun berubah menjadi perusahaan yang sehat sejak tiga tahun lalu.
“Pada tahun 2023 kita berada di posisi ke-8 di tingkat provinsi dengan status sehat dengan nilai kinerja 2,96 berdasarkan Kementerian PUPR dan BPKP. Kita sudah mendapatkan kondisi sehat sejak tahun 2021, 2022, 2023. Jadi, sudah tiga tahun kita berada pada posisi status sehat, yang mana sebelumnya kita kurang sehat dan sakit. Insya Allah setiap tahun kita ada kenaikan, peningkatan pada kinerja ada perubahan, baik itu pada pelayanan maupun keuangan,” ujarnya di hadapan dewan juri.
Untuk diketahui, PDAM Tirta Saribu Sungai memiliki jumlah pelanggan 14.361 dengan cakupan layanan teknis 31,13% dan administrasi 25,18%. Adapun secara keseluruhan cakupan pelayanan PDAM Tirta Saribu Sungai sudah menjangkau 80% Kabupaten Solok Selatan.
Tingkat kebocoran air atau Non Revenue Water (NRW) PDAM Tirta Saribu Sungai tercatat masih cukup tinggi di angka 33,16%. Kendati demikian, Donaldi mengatakan bahwa setiap tahun tingkat NRW PDAM Tirta Saribu Sungai mengalami penurunan seiring adanya perbaikan dan pemeliharaan.
Selanjutnya, terkait kinerja keuangan atau layanan pelanggan. Di tahun 2023 dengan target penjualan Rp10,221 miliar, PDAM Tirta Saribu Sungai realisasinya ada di angka Rp7,2 miliar atau secara presentase realisasinya 71%.
“Kenapa demikian? Di 2023 kita menganggarkan dan merencanakan adanya penyesuaian tarif dan kita ajukan ke pemerintah daerah. Lalu kita input lah ke RKA. Ternyata di tahun 2023 belum terjadi penyesuaian. Sehingga realisasinya belum sesuai target atau mendekati. Jumlah pelanggan pun seperti ada rencana penambahan dan pengembangan wilayah pelayanan,” ungkap Donaldi.
“Di tahun 2024 kemarin, target penjualan kita di RKA Rp7,6 miliar, realisasi kita Rp7,5 miliar. Jadi sudah 99% itu sudah terealisasi nilai penjualan atau pendapatan,” sambungnya.
Inovasi
Sebagai upaya perusahaan untuk memperbaiki dan mempermudah layanan bagi pelanggan, PDAM Tirta Saribu Sungai telah melakukan sejumlah terobosan atau inovasi. Pertama, untuk memperbaiki sistem kerja, seperti pencatatan (meter) dan penagihan, PDAM Tirta Saribu Sungai sudah menggunakan Android.
“(Untuk) pencatatan kini kita sudah menggunakan Android, yang mana kita punya sistem aplikasi internal yang dibuat oleh tim kita sendiri bukan kerja sama atau pihak ketiga. Kita membuatnya dengan belajar satu per satu untuk hampir mendekati seperti yang berbayar. Jadi, mengingat efisiensi, jadi lebih hemat kita bikin sendiri, makanya kita ada sistem aplikasi berbasis web yang mana saat ini pencatatan meter sudah pakai Android,” ungkap Donaldi.
Sementara untuk penagihan, perusahaan juga telah menerapkan sistem jemput bola. “Sistem aplikasi versi web itu juga kita bikin akun masing-masing tim penagihan. Jadi, kita jemput ke rumah-rumah pelanggan, menggunakan printer. Jadi (bisa) di-print di tempat yang mana akun itu terhubung dengan sistem aplikasi kita yang bisa dilihat real-time Kasubag yang bersangkutan dan Kabag yang bersangkutan. Jadi, itu bisa dicek penerimanya secara realtime setiap hari,” tandasnya.
Yang kedua, terobosan perusahaan berupa penerapan sistem aplikasi penagihan untuk petugas dan mitra (toko/minimarket). Dalam hal ini, masing-masing petugas telah diberikan akun dari wilayah unit pelayanan, di mana ada penanggung jawab dalam penagihannya.
“Mereka melakukan penagihan secara jemput bola ke rumah-rumah pelanggan, dan untuk beberapa pelanggan yang belum bayar, kita lakukan kembali penjemputan di akhir bulan,” kata Donaldi.
Selain itu, perusahaan juga telah memiliki sejumlah mitra (toko/minimarket). Hal ini juga dilakukan untuk memudahkan masyarakat atau pelanggan untuk membayar rekening dari mereka.
“Saat ini sudah ada 80 mitra pembayaran toko atau minimarket yang ini di luar dari bank. Jadi tersebar di beberapa kecamatan 80 mitra kita yang mana mitra kita ini yang dibuatkan akun dari sistem aplikasi kita, bukan akun dari bank. Dan ini juga selalu terjadi kenaikan setiap bulannya, minat masyarakat membayar di sana ada suatu kenaikan, dan kita juga terus akan menambah mitra-mitra demi kemudahan dari masyarakat untuk membayar air. Target kita di kecamatan itu, satu desa satu mitra kita,” ujarnya.
Lalu untuk kerja sama, PDAM Tirta Saribu Sungai juga telah menjalin kolaborasi dengan beberapa bank, seperti BNI, Bank Nagari, Bank Mandiri, dan BPR.
Terobosan lainnya adalah sistem aplikasi terintegrasi seluruh sub bagian. Donaldi mengatakan bahwa sistem aplikasi berbasis web perusahaan saat ini dalam tahap penyempurnaan.
“Karena kita sudah terintegrasi seluruh bagian terkait, misalnya bagian keuangan dengan teknik, terkait pengeluaran, permintaan barang dan seluruhnya itu sudah terkait. Nantinya, berujung (pada) kegiatan-kegiatan harian lainnya. Dan untuk pelaporan kita juga by system, tinggal input, output-nya bisa tinggal cetak. Dan itu lebih memudahkan kami, karena IT-nya atau secara aplikasinya dari kita sendiri,” jelasnya.
Di luar itu, guna memudahkan calon pelanggan untuk bisa menggunakan layanan perusahaan, PDAM Tirta Saribu Sungai juga memiliki terobosan berupa kredit sambungan rumah.
“Dari hasil analisa kami cukup banyak yang mendaftarkan untuk menjadi calon pelanggan, tetapi yang membayarnya kita temukan hanya setengahnya. Misalnya contoh dari 50 yang mendaftar yang bayar atau menjadi pelanggan hanya 25. Setelah kita survei kita analisa itu ternyata berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Jadi kita cari solusi, bekerja sama dengan BPR untuk bisa memberikan kredit sambungan rumah,” pungkasnya.
Editor: Busthomi
