TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo Hadirkan Inovasi Makan Gratis untuk Penunggu Pasien

Agus Haryanto
7 April 2026 | 13:34
rubrik: Event
RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo Hadirkan Inovasi Makan Gratis untuk Penunggu Pasien

Jakarta, TopBusiness – RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo kembali menghadirkan terobosan pelayanan kesehatan melalui program inovatif berupa pemberian makan gratis bagi penunggu pasien. Program ini menjadi salah satu langkah strategis rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga aspek sosial dan kemanusiaan.

Direktur Utama RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo, Dr. R. Danang Sananto Sasongko, menjelaskan bahwa inovasi tersebut berangkat dari keprihatinan manajemen terhadap kondisi ekonomi keluarga pasien selama menjalani masa perawatan di rumah sakit.

Menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan bahwa beban yang ditanggung keluarga pasien tidak hanya terkait biaya pengobatan, tetapi juga kebutuhan hidup sehari-hari yang tetap berjalan.

“Pada dasarnya setiap orang menginginkan pelayanan kesehatan yang nyaman dan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi. Namun dalam praktiknya, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan finansial yang memadai, terutama ketika harus mendampingi anggota keluarga yang dirawat dalam waktu cukup lama,” ujar Danang dalam pemaparan program inovasi pelayanan kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring, Selasa (7/04/2026).

Ketika memaparkan materi presentasi berjudul ‘Peri Manis’ atau PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN GRATIS, ia menambahkan bahwa kondisi tersebut semakin dirasakan oleh masyarakat yang bekerja di sektor informal, seperti buruh harian, pedagang kecil, atau pekerja lepas. Ketika mereka harus menjaga anggota keluarga di rumah sakit, otomatis mereka kehilangan potensi penghasilan harian, sementara kebutuhan konsumsi tetap harus dipenuhi.

Dalam konteks tersebut, kehadiran program makan gratis bagi penunggu pasien menjadi solusi nyata yang berdampak langsung. Melalui program ini, rumah sakit menyediakan makanan sebanyak tiga kali sehari bagi penunggu pasien selama masa perawatan berlangsung. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa keluarga pasien tetap mendapatkan asupan nutrisi yang layak tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

BACA JUGA:   TOP CSR Awards 2024: Inovasi CSR dan ESG demi Bisnis Bekelanjutan

“Ketika seseorang sakit, ia tidak dapat bekerja, sementara kebutuhan ekonomi tetap berjalan. Walaupun saat ini sudah ada program jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan yang membantu pembiayaan medis, masih ada kebutuhan lain yang belum terakomodasi, salah satunya kebutuhan makan bagi penunggu pasien. Di sinilah kami mencoba hadir memberikan solusi,” jelasnya.

Lebih jauh, Danang menekankan bahwa sejak awal pengembangan rumah sakit, pihaknya memang berkomitmen menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penyembuhan pasien, tetapi juga kenyamanan keluarga. Hal ini diwujudkan melalui berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang perawatan yang lebih privat, ketersediaan sofa bagi penunggu pasien, hingga penggunaan pendingin ruangan agar suasana tetap nyaman.

Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi layanan rumah sakit daerah yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat berobat, rumah sakit kini dituntut menjadi ruang yang ramah, inklusif, dan mampu memberikan rasa aman bagi pasien maupun keluarganya.

Program makan gratis ini juga dinilai selaras dengan kebijakan pemerintah dalam upaya menekan angka kemiskinan. Dalam banyak kasus, sakit yang dialami anggota keluarga dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga. Biaya tidak langsung, seperti konsumsi, transportasi, dan kehilangan pendapatan, sering kali menjadi beban tambahan yang signifikan.

Melalui inovasi ini, RSUD KRT. Setjonegoro berupaya meminimalkan dampak tersebut. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar penunggu pasien, diharapkan mereka dapat lebih fokus mendampingi proses penyembuhan anggota keluarganya tanpa harus diliputi kekhawatiran terkait biaya makan.

Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga berdampak pada peningkatan kepuasan layanan secara keseluruhan. Kehadiran perhatian terhadap penunggu pasien menciptakan pengalaman pelayanan yang lebih humanis, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap citra positif rumah sakit di mata masyarakat.

BACA JUGA:   Pertamina Maintenance & Construction Perkuat HC Sebagai Katalis Pertumbuhan Bisnis

“Inovasi ini adalah bentuk empati kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pasien tidak hanya sembuh secara medis, tetapi juga mendapatkan dukungan moral dari keluarga yang berada dalam kondisi yang lebih tenang dan terjamin,” kata Danang.

Ia juga mengungkapkan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari budaya kompetisi internal yang rutin diselenggarakan di lingkungan rumah sakit.

“Izinkan saya menjelaskan latar belakang dari inovasi yang kami kembangkan. Di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo, terdapat kompetisi inovasi tahunan, di mana setiap instalasi diwajibkan untuk menciptakan inovasi. Kompetisi ini rutin diadakan setiap tahun, baik di tingkat internal, provinsi, hingga nasional. Kami juga telah beberapa kali berpartisipasi dan bahkan berhasil lolos hingga tingkat nasional dan Asia Oceania dengan inovasi yang berbeda,” jelasnya.

Setiap instalasi didorong untuk menciptakan terobosan pelayanan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Budaya inovasi ini telah menjadi salah satu kunci keberhasilan RSUD KRT. Setjonegoro dalam meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Berkat berbagai inovasi yang dikembangkan, rumah sakit ini bahkan telah menorehkan sejumlah prestasi, baik di tingkat nasional maupun Asia Oceania. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa rumah sakit daerah juga mampu bersaing dan menghadirkan pelayanan berkualitas tinggi jika didukung dengan komitmen dan strategi yang tepat.

Ke depan, manajemen RSUD KRT. Setjonegoro berharap program makan gratis ini dapat terus berlanjut dan berkembang. Tidak menutup kemungkinan, cakupan program akan diperluas dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Selain itu, inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain di Indonesia dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Dalam era transformasi layanan publik saat ini, pendekatan yang mengedepankan aspek kemanusiaan menjadi semakin penting.

BACA JUGA:   FOTO - SKK Migas Launching IOC

“Pelayanan kesehatan tidak hanya tentang tindakan medis, tetapi juga bagaimana kita menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepedulian bagi pasien serta keluarganya. Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa memberikan manfaat luas dan menjadi contoh praktik baik di sektor kesehatan,” pungkas Danang.

Previous Post

BTN Kuasai 72% Pasar KPR Subsidi, Salurkan 28.811 Unit Rumah hingga Maret 2026

Next Post

RSJ Kalbar Menuju Rumah Sakit Berbasis Kompetensi, Siap Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa dan Neuro

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR