Jakarta, TopBusiness — Mengusung Visi “Menjadi BPR terbaik di Kabupaten Pandeglang dan memiliki daya saing yang Tangguh”, PT BPR Berkah (Perseroda) Kabupaten Pandeglang, Banten bisa terus mempertahankan kinerja usaha meski sedang dalam kondisi sulit akibat Pandemi Covid-19. Bahkan perusahaan juga bisa mendongkrak pendapatan usaha, laba besih dengan total asset yang juga terus meningkat.
Meski size dan jangkauan operasional bisnisnya masih terbilang kecil, namun PD BPR Berkah bisa terus meningkatkan perfoma usaha dengan kinerja yang terus meningkat. Dalam kirpahnya, BPR milik Pemkab Pandeglang ini terus memberikan layanan perbankan dengan performa usaha yang makin solid dan menjadi BPR bepredikat sehat selama lebih dari 5 tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari sepak terjang dan terobosan inovasi yang dilakukan, termasuk di tengah pandemi Covid-19.
Selama tahun 2021 misalnya, BPR Berkah mampu meningkatkan pendapatan hingga mencapai Rp41.281.112, lebih besar dari target semula Rp36.676.143. Jumlah ini naik 18,29 % dari pencapaian tahun sebelumnya (2020) dengan pendapatan Rp34.900.779. Perusahaan juga mampu mencetak pertumbuan laba bersih dari Rp5.882.608 tahun 2020 menjadi Rp7.202.004. Total asetnya selama dua tahun terakhir ini juga melesat dari Rp158.534.005 di tahun 2020 menjadi Rp 205.663.652 di tahun 2021.
Deretan prestasi ini turut mengantarkan PT BPR Berkah (Perseroda) Kabupaten Pandeglang, Banten terpilih dan masuk dalam nominasi 200 BUMD Terbaik, lebih dari 1.150 BUMD di Indonesia. Kegiatan penjurian Top BUMD Awards merupakan kegiatan corporate rating atau pemberian penghargaan kepada BUMD-BUMD terbaik, yang dinilai berprestasi, berkinerja baik, dan telah banyak melakukan perbaikan/ improvement, serta berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Tahun ini TOP BUMD Awards mengangkat tema “Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD yang Berkelanjutan”. Artinya, dari kegiatan ini diharapkan bisa mendorong dan muncul BUMD-BUMD yang selalu melakukan perbaikan pengelolaan usaha bisnisnya, untuk meningkatkan daya saing, layanan, dan kinerja perusahaan secara berkelanjutan, untuk mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional dan pembangunan di daerah.
“Terima kasih atas kepercayaan ini, sehingga kami bisa diikutsertakan dalam ajang penjurian Top BUMD Awards 2022 ini. Ini merupakan kali pertama kami ikut penjurian dan berharap ada feedback dan pembelajaran yang bisa kami dapat, tentunya untuk masukan dan kemajuan usaha kami ke depan,” ungkap Direktur Operasi PT BPR Berkah (Perseroda) Kabupaten Pandeglang, Kiki D Huda saat presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2022, Jumat (25/02/2022) secara virtual melalui aplikasi Zoon meeting.
Dalam presentasinya berjudul “Optimalisasi Fungsi Intermediasi BPR Berkah”, Kiki juga memaparkan banyak hal terkait visi misi perusahaan, kinerja layanan, termasuk terobosan dan inovasi pemasaran yang dilakukan di tengah pandemi agar kinerja usaha dan layanan tetap berjalan optimal.
Selama 2021, perusahaan mampu membukukan dana tabungan dari masyarakat sebesar Rp 50.281.194 naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 43.688.261. Selai itu juga mempu menghimpun kenaikan dana deposito dari Rp22.681.467 tahun 2020 menjadi Rp 26.517.272 di tahun 2021.
Selain itu, BPR Berkah juga berhasil menyalurkan kredit modal kerja kepada 148 debitur yang diyakini dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan menekan angka pengangguran di saat ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19 ini.
Selain itu juga memberikan kredit konsumtif yang oleh penerimanya berdasarkan wawancara yang lakukan kepada debitur pada saat akad kredit, tidak semua digunakan untuk kepentingan konsumsi, namun juga banyak yang menggunakannya untuk usaha/modal kerja.
“Kami juga melakukan beberapa terobosan dan inovasi pemasaran, serta layanan pelanggan. Dalam upaya ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi, kami ada program Kredit Modal Kerja (KMK) Berkah, yang diperuntukan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil, khusus plafon dibawah Rp5 juta bagi calon nasabah yang merupakan penabung dan memiliki usaha jelas yang diberikan tanpa agunan,” beber Kiki.
“Selain itu, ada Kredit Konsumtif Berkah bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tetap (perangkat desa, ASN, Non ASN dan pegawai swasta) dengan kemudahan syarat kredit. Kami juga mengoptimalkan kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang dalam hal pengelolaan penghasilan tetap Perangkat Desa dan Insetif Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Inovasi lainnya untuk memudahkan operasional dan layanan nasabah di saat pandemi, kami ada layanan berbasis teknologi informasi- Dikelar Mobile,” ujarnya.
Dijelaskan, Dikelar Mobile merupakan layanan nasabah dengan Perangkat Tablet dan printer Bluetooth yang digunakan oleh pegawai pick up tabungan maupun Account Officer (AO) kredit, sehingga setoran tabungan maupun angsuran kredit bisa diproses dengah mudah secara realtime ke sistem corebanking BPR Berkah. Sehingga layanan dan operasional bank di saat pandemi sekalipun, tetap bisa berjalan dengan optimal.
“Pada tahun 2022 ini, BPR Berkah bekerjasama dengan vendor penyedia corebanking system juga sedang mengembangkan aplikasi layanan digital “DOMPET Berkah”. Diharapkan dengan aplikasi Dompet Berkah dapat lebih memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mengakses semua layanan yang diberikan BPR Berkah,” ujarnya di depan tim dewan juri.
Dewan Juri sendiri terdiri Prof. Dr Satya Arinanto (I-OTDA), Dr.Trubus Rahardiansyah /Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Jakarta, Dr. Endang Suratminingsih (LKN) serta Ahmad Chury/ Solusi Kinerja Bisnis (SKB) yang merangkap sebagai moderator.
Kiki D Huda melanjutkan penjelasannnya, dengan kinerja yang terus membaik ini, sejak tahun lalu status perusahaan juga ditingkatkan dari PD menjadi Perseroda. Dengan perubahan ini diharapkan perusahaan bisa makin leluasa mengembangkan usaha dengan porsi hingga 100% untuk meraih keuntungan atau profit oriented.
Secara umum aktivitas usaha meliputi jasa layanan keuangan sebagaimana perbankan pada umunya. Di antaranya menghimpun dana dari masyarakat (tabungan & deposito) dan menyalurkan kembali dalam bentuk kredit. Peruashaan juga menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit, meningkatan kualitas SDM, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, maupun dalam penerapan risk management (manajemen risiko) dalam kegiatan usahanya.
Penulis: Ahmad Chury
