Jakarta, TopBusiness – Meski tak luput mengalami kondisi sulit akibat wabah covid-19, namun berkat kepiawan jajaran manajemen dalam mengendalikan roda usaha, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan, mampu mencatatkan prestasi membanggakan. Bahkan tahun ini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tarakan-Kalimantan Utara ini, bisa kembali menyetor dividen kepada Pemerintah, dari laba yang diraih.
Di bawah kendali Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, BUMD yang memiliki Visi “Mewujudkan Pelayanan Yang Memenuhi Standar K3 dan Menuju Pelayanan Prima berbasis Imformasi Teknologi (IT)” ini, bisa terus menunjukkan performa usaha yang solid.
Tak terkecuali di tengah kondisi sulit akibat pandemi covid-19, di mana perusahaan penyedia layanan air bersih ini, tetap mampu meraih laba. Bahkan perusahaan juga bisa memberikan kontribusi dividen untuk mendukung pembangunan di daerah.
Melalui berbagai terobosan dan strategi, termasuk efisiensi yang dilakukan, perusahaan bisa melewati kondisi sulit akibat pandemi covid-19. Tercatat tahun 2021, perusahaan bisa meningkatkan pendapatan operasi dan melakukan efisiensi biaya untuk menaikkan laba operasi.
Melalui langkah ini, perusahaan mampu mencatatkan laporan Kas & Setara Kas yang terus meningkat. Periode tahun 2019 mencatatkan saldo kas senilai Rp5.090.658.953, di akhir tahun Desember 2020 Saldo Kas meningkat senilai Rp14.189.801.884, selisih kenaikan di tahun (2020-2019) sebesar Rp9.099.142.931. Kemudian di tahun 2021 naik lagi menjadi sebesar Rp.27.692.333.576, dan per 31 Desember di tahun 2022, sebesar Rp32.436.901.446.
Dari sisi kinerja usaha, tahun 2022 meski belum sepenuhnya pulih dari dampak krisis, Perumda Air Minum yang dipimpin Iwan Setiawan ini, mampu membukukan laba bersih sekira Rp 11 miliar. Dari jumlah itu, perusahaan juga bisa kembali memberikan pemasukan ke kas daerah atau dividen untuk kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang diberikan di tahun 2023 sebesar Rp 6,5 miliar. Sebelumnya, di tahun 2021 perusahaan berkontribusi untuk PAD sebesar Rp4,3 miliar, tahun 2022 naik hingga Rp8,1 miliar.
“Di tahun 2023, kami akan memberikan dividen sebesar Rp 6,519 miliar ke kas Pemkot Tarakan. Sehingga total dividen yang telah disetor mencapai Rp19 miliar lebih. Kurang lebih 40 tahun PDAM Tarakan berdiri, baru 3 tahun terakhir ini PDAM mampu berkontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah,” ungkap Kebid Satuan Kerja Intern Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan, Suryaman dalam sesi wawancara penjurian “Top BUMD Awards 2023” yang diselengarakan majalah TopBusiness, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dividen yang diserahkan ke kas Pemkot Tarakan ini memang lebih rendah di tahun tahun 2021 yang mencapai Rp 8,1 miliar. Namun bukan tanpa alasan, karena di tahun 2022 perusahaan melakukan investasi besar-besaran. Di antaranya membeli genset dan memasang jaringan listrik ke Embung Indulung yang memakan anggaran hingga miliaran rupiah.
Selain itu juga memasang jaringan perpipaan di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yang dananya juga bersumber dari anggaran Perumda Tirta Alam Tarakan. Misalnya beli genset Rp1,8 miliar dipasang di Indulung, dan total Rp2 miliar lebih untuk jaringannya, dan lainnya.
Perusahaan juga telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk meningkatkan kinerja layanan maupun performa di sistem manajemen dengan implementasi teknologi informasi (TI) yang kini terus ditingkatkan. Perbaikan Sistem IT yang sedang dilakukan, antara lain aplikasi pelayanan pelanggan (TirtaAlamKu) yang diluncurkan tahun lalu dan Aplikasi internal kerja PDAM (Pdam Kerja).
Aplikasi TirtaAlamKu dibangun untuk memudahkan pelanggan melakukan pengecekan tagihan air, hingga pengaduan. Aplikasi sudah dapat diunduh di PlayStore menggunakan Smartphone Android. Beberapa fitur yang dapat diakses di aplikasi Tirtaalamku, mulai dari fitur pendaftaran sambungan, fitur pengaduan masyarakat, hingga fitur pengecekan tagihan air, pelanggan hanya tinggal memasukan kode pelanggan untuk melihat tagihan air mereka.
Sedangkan aplikasi internal kerja PDAM (Pdam Kerja) dikembangkan, terutama untuk memudahkan karyawan melakukan aktivitas kerja dengan dukungan sistem teknologi digital sesuai dengan tuntutan era industri keempat (Industri 4.0). Melalui aplikasi TirtAlamKu, Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan juga menjadi penyelenggara pelayanan publik yang telah memberi Kontribusi terhadap penguatan “Smart City“ melalui “Aplikasi TirtaAlamKu”.
Melalui inisiasi-inisasi bidang digital ini, pada tahun 2022 mampu menghantarkan PDAM Tarakan meraih juara 1 “Transformasi Digital Pelayanan, Produksi dan Distribusi PDAM se Indonesia” di ajang Indonesia Water Forum 2022 Kategori PDAM menengah yang diselenggarakan oleh “Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia”.
“Kedua sistem TI pelanggan (TirtaAlamKu) dan Aplikasi kerja PDAM (Pdam Kerja) tersebut, saat ini akan dijadikan/digabungkan menjadi satu Aplikasi, dengan satu Aplikasi maka si pengguna akan makin mudah mengakses aplikasi tersebut dengan bagiannya masing-masing. Inovasi TI ini sejalan dengan visi kami, yakni Mewujudkan Pelayanan Yang Memenuhi Standar K3 dan Menuju Pelayanan Prima berbasis Imformasi Teknologi (IT),” ungkap Suryaman kepada Tim Juri (Dwinda Ruslan ( Yayasan PAKEM), Nurul Y Setyabudi (IDTUG – BPSK), DR. Hakim Al Hadhy – (Lembaga Kajian Nawa Cita) yang dimederatori oleh Ahmad Chury (Solusi Kinerja Bisnis).
Survei Kepuasan Pelanggan
Secara keseluruhan kinerja perusahaan terbilang baik dan masih bisa menciptakan nilai operasional layanan yang meningkat. Antara lain didasarkan survei kepuasan pelanggan yang dilakukan melalui kerja sama dengan kalangan Perguruan Tinggi. Tahun 2020 telah dilakukan survei kepuasan pelanggan bekerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan terhadap sejumlah pelanggan. Pendekatan pengambilan sample ini menggunakan Rumus Slovin dengan tingkat margin error 5%, Sample Responden dalam penelitian sebanyak 5.665 Responden. Mereka terdapat empat (4) Kecamatan, yakni (Tarakan Barat, Tarakan Timur, Tarakan Tengah dan Tarakan Utara) terdiri dari dua puluh (20) Kelurahan.
Rata-rata hasilnya baik, bahkan dalam kategori tertentu mendapat penilaian sangat baik. Misalnya di Kecamatan Tarakan Utara, untuk Debit Air (Kuantitas) skornya 73,42 atau Baik, sedangkan kontinuitas pasokan air skor 73,11 Baik, Kualitas Air 88,43 atau Sangat Baik, Pencatatan Meter 86,23 Sangat Baik, Pemasangan Baru 89,61 Sangat Baik, dan layanan Pengaduan 78,83 Baik.
Tahun 2022 survei kembali digalar bekerja sama dengan Politeknik Negeri Nunukan. Hasilnya sebanyak 4 (empat) kelurahan yang kepuasannya di atas 3,064 atau dikategorikan Baik, yaitu Karang Harapan, Karang Anyar, Juwata Permai dan Juwata Kerikil. Sedangkan 16 (enam belas) kelurahan lainnya tingkat kepuasannya lebih kecil dari 3,064 atau dengan kategori Kurang Baik. Secara umum, hasil survei memperoleh kategori “Cukup Memuaskan”. Atas hasil survei ini, direkomendasikan kepada PDAM untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan inovasi-inovasi pelayanannya.
Sementara berdasarkan penilaian Indikator Kinerja Aspek Pelayanan (berdasarkan Direktorat Air Minum Dirjen Cipta Karya-Kementerian PUPR, hasil yang didapat untuk tahun 2022 dengan nilai Kinerja 3,66 (Sehat), sedangkan berdasarkan Kepmendagri No. 47 Tahun 1999 mdendapat nilai dengan skor 63,53 (Baik). Adapun jumlah pelanggan (SL) saat ini sebanyak 45.471 Unit/KK. Cakupan Layanan Administrasi 56%, kualitas air minum telah memenuhi syarat air bersih dengan rata-rata jam layanan 24 jam per hari. Namun satu hal yang masih jadi catatan, yakni tingkat kebocoran atau NRW yang mencapai 39,43 (%), di atas batasan ideal standar nasional 20 -25%.
Dengan sederet inovasi dan prestasi ini, PDAM Tirta Alam Kota Tarakan tahun ini kembali menjadi salah satu finalis dan masuk nominasi 200 BUMD Terbaik, dari sekitar 1.000 BUMD di Indonesia di ajang “TOP BUMD Awards 2023. Kegiatan corporate rating ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Penulis: Ahmad Chury
